22 August 2009

Judulnya "seniorTIME"

senin kemaren, pas 17 agustus aku menyaksikan ospek maba dengan judul Senior Time.
(harusnya, aku posting tulisan ini sejak hari kejadian, tapi gg sempet. jadi mandek di HP aja. Belum sempet aku upload)

jujur,,
aku speechless.
Gak ngerti jugaapa yg sedang mereka lakukan dan manfaat untuk maba itu.

ijinkan aku untuk menulis, mengungkapkan pendapat, dan sedikit berargumen.

Dunia pendidikan,
menurutku tak harus diajar dengan suara lantang, menggema, dorongan bahu, dan pelototan mata. mereka berpendidikan, mereka pun mengerti bahasa lisan yang berintonasi rendah.

tapi kenapa semuanya berbeda ?
seolah bentakan, dorongan bahu, dan plototan mata, menjadi hal yang wajib saat ospek tiba.

mari sedikit merenung.
haramkah bila ospek hanya di isi dengan kegiatan yang menyenangkan tanpa perpeloncoan ?
dengan seminar yang bermanfaat, games yang meningkatkan kerjasama, simulasi yang mendekatkan pada pendidikan di kampus. dll.

ahh.
rasanya kalian tau jawabannya.
kalian tahu hal apa yang menyenangkan dan mendidik.

apa pulak manfaat bentakan itu selain kepuasan pribadi bagi sii pembentak ?
trus, bagaimana dengan dampak sii penerima bentakan ?

biar aku menceritakan sedikit pengalamanku saat menjadi sii penerima bentakan.
contohnya aku saja yang pernah mengikuti kegiatan ospek itu.
aku menjadi sangat amat membenci sii pembentak. selalu mengenang wajah mereka yang membentak. selama beberapa hari bentakan itu terngiang-ngiang di telinga, dan ketika tidur pun suara bentakan itu masi menari dengan indah di telinga.

Trauma kah itu namanya ?

pengamanan panpel yang berlebihan pun ikut menggelitik tanya, setiap bagi siapa yang mendekat atau melewati daerah ospek sedang berlangsung, maka dengan sigap panpel bertugas sebagai pengaman yang bertugas mengintrogasi. Semua tertutup.

ini luar biasa.

hanya sebatas ospek saja sudah mulai tertutup mainnya. gimana nanti jika mereka telah mulai terjun kemasyarakat ? mungkin semua akan ditutup-tutupi walo itu menyangkut orang banyak. siapa tau ??

ini lah sepenggal kisah pendidikan kita.
berjuta warna yang mewarnai pendidikan sekitar kita.
dan ospek pun tak ingin ketinggalan menorehkan warna melalui cerita yang cukup sulit di terima bagi mereka ynag mengaku intelek.

mereka di didik dengan suara yang nyaring memekakkan telinga. Tak heran, jika suatu saat mereka telah berada di atas suara nyaring itu sah digunakan kepada para bawahan sebagai aplikasi saat pendidikan selama ospek. Yang dibawah, berhak menerima suara nyaring itu.


Lah wong di didik dengan suara keras yang menggema, hasil output pun tak kalah keras nyaringnya.

itu menjadi hal yang wajar rasanya. jika mereka menjadi orang-orang yang hanya keras dimulut, tapi lembek di mentalnya.

selamat datang maba,
nikmati aneka suara keras yang dihidangkan padamu.

semangat !!




16 August 2009

Gagu yg Dahsyat !

Kemaren, ( 14-15 agustus 09) presentasi LPM kepada seluruh Maba. Hari pertama yaitu tgl 14 agustus semua anggota LPM hadir dengan baju full hitam, tak ada almamater, baju seragam atau apapun dari kami. Sengaja tdk menggunakan almamater. Demi kekompakan tim LPM Paradigma (padahal emang gg punya seragam wak) hehehehe.

dan, presentasi kali ini sukses bikin aku gugup habis. Gak tahu apa alasan jelasnya yang membuat aku gugup setengah mati. Padahal aku sudah sering presentasi dan berhadapan dengan orang banyak. namun, kali ini aku benar-benar gak mampu menetralisir kegugupan. Gugup menguasai.

setelah hari pertama yg dilanda kegugupan yang dahsyat. Kami harus kembali presentasi untuk yang kedua kalinya. dan aku kembali yang mendapat jatah presentasi.
dan untuk yang kali kedua ini, aku bertekad untuk membuang semua rasa grogi + gagu.

tapi..
aku gagal sodara-sodara.
aku gagal !

aku tetap grogi bangets hari itu.
huft.

sampai aku melewatkan sesi penting tanya jawab.
sesi itu yang seharusnya di isi oleh pimpinan umum LPM Paradigma, malah sukses aku lupakan.
bukan hanya itu kesalahan fatal yang aku buat.
aku juga salah menyebut nama VYA menjadi SARRA (habis mereka mirip sih, kayak satu paket. hehehehe)

Aku kembali melakukan tindakan bodo.
MAAF.
Itu semua diluar kesengajaan dan tidak untuk di tiru.

:(

Maba.
senang rasanya mereka datang.
kehadiran mereka menandakan masa jabatan maba yang aku sandang berakhir.
dan aku bukan lagi menjadi angkatan yang paling kecil.

Horeeee !!!

mereka datang,
membawa semangat.
generasi baru yang bakal meneruskan dan mengganti tempat-tempat yang kami duduki sekarang.

menjadi maba adalah bagian yang tak mungkin dilepaskan dalam dunia perkampusan. ketika menjadi maba, aku pernah melakukan tindakan bodo. Dan semua maba mungkin mengalami nasib yang sama dengan aku. di tuntut untuk profesional menjadi maba dengan melakukan tindakan yang di inginkan senior.
iyo tho ?

aaah.
aku tak sabar menemukan maba yang mempunyai talenta yang luar biasa dan potensial untuk menjadi d'next generation.
yeaaah !

hmmmm.
tanpa terasa, aku telah satu tahun menjalani status menjadi mahasiswa.
banyak hal yang terjadi selama setahun ini.
bertemu dengan banyak teman, menemukan banyak hal baru yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya dan hal lainnya yang luar biasa.

Dan hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya pun terjadi dalam setahun ini. nyaris pindah ke pinang, menemukan musuh baru, menangis di depan umum, bermasalah dengan dosen, absensi hancur, gg ikut UAS, dan bertemu dengan orang yang selalu bikin semangat.

Banyak sekali momen-momen indah yang terjadi selama menjadi maba.
walo harus aku akui,
aku tidak berada dijurusan yang tepat.
tidak berada dijurusan yang membuat aku betah.

akhirnya,
selamat tinggal status mabaku.
dan terima kasih buat semua orang yang telah menemani aku menjalani perjalanan panjang setahun ini.

terima kasih buat semuanya.
buat pujian, makian, hinaan, candaan, ejekan, dan kata" indah yang tak pernah habis walo sering diucapakan (malah nambah !)

A BIG LOVE FOR YOU.




13 August 2009

Rokok

Hari, saat perjalanan menuju SEKRE KAMMI dalam agenda tugas negara (halah) aku kembali menaiki ScaryMovie (baca : Keri). Angkot favorit ku. Saat memasuki keri itu, aku melihat seorang pelajar yang masih lengkap menggunakan atribut sekolah.

jari kiri memegang rokok yang hampir habis. Aku diam dan trus mengamati rokok yang di jari anak itu. tiba-tiba aku berpikir seperti ini :

1. kalo aku minta membuang rokok yg ditangannya, kasian dia. beli rokok itu masih pake uang saku pemberian orang tua. *mendadak gak tega*.

2. kalo didiamkan terus, kasian dia. bunuh diri secara perlahan dengan menghisap rokok. Bodo ah ! klo dia mati cepet gara-gara itu rokok. Perkara dialah. Ulah dia dengan rokoknya. *kembali mengamati sii jari perokok*

3. kira-kira dia beli rokok itu berapa ya? merk apa rokoknya ? udah berapa lama dia merokok. Kok mukanya jelek seh ? *lah ? kok malah mikirin dia, aku ?*

sementara dia, salting dengan rokoknya.

4. Hadoh !! gak bisa di diamkan ini ! aku mual maw muntah !. stop merokok ! toloong. tapi mendadak aku kepikiran dengan pemikiran ku nomor satu. *menarik jilbab, dan menutup hidung erat*


dan setelah kegelisahan yang melanda, sii rokok telah habis terhisap. aku pun lega dan berkata " akhirnya, rokoknya habis juga !" sambil menunjukkan muka memelas mau muntah.

dia ?

terdiam dan memandang aneh muka ku.

haaah.
kadang sulit untuk mengatakan keberatan atas situasi yang kita hadapi. selalu ada pertimbangan yang menghadang untuk jujur.Bahkan, kadang terpaksa diam walo berat bagi kita untuk menerima.

aku turun dari angkot dan kembali mengatakan " terima kasih buat rokoknya"


(postingan apa ini ??!)

10 August 2009

Bila Fisik Menguasai

Bagi kamu yang mengangap fisik adalah segala

sana.
kejar ragawi itu.
peluk erat bayang semu yang mengecoh.
nikmati kefatamorganaan duniawi

genggam erat semua itu.
tatap lekat jasmani itu.

dan kau akan menemukan kekosongan.
kosong.
rapuh di dalam.

ingatlah

elok rupa itu hanya tipuan
yang datang membayang dan menenggelamkan.
yang kemudian menjadi fakta yang mengerikan.

ragawi.
indah dimata.
nikmat di pandang.
membius di jiwa.

Namun enyah seketika.
bila waktunya tiba.

20 July 2009

Sadar


Kemaren, secara sadar dan ikhlas aku mengakui sesuatu yang selama ini aku berusaha alihkan. Ya, aku sadar sejak SMK klo bidang ku bukanlah di AKUNTANSI tapi dengan bodohnya melanjut lagi di akuntansi. Aku lebih senang dengan komunikasi, PR, menejemen organisasi dan hal-hal lain yang membuat aku terus bergerak, tidak duduk dan diam di depan komputer.

Mulanya, aku berusaha tetap menikmati Akuntansi dan berharap bisa pelan-pelan mencintai. Ternyata aku salah. susah sekali membangun chemestry antara aku dan akuntansi. Dan aku pun tidak ikhlas jika ada yang menyebut aku salah jurusan. Karena aku tidak ingin terpengaruh kata-kata itu yang membuat aku tambah tak betah di Akuntansi.

suatu ketika, seorang dosen ku mendekati kursi ku di saat diskusi kelas berlangsung. Aku pikir karena aku mau di tegur karena berbuat salah, eh dengan santainya dosen itu berkata " des, apa kamu gg pusing ngitung" di akuntansi? dunia kamu bukan di akuntansi deh des"

DEGH !

aku hanya tersenyum dan berharap dosen itu salah mengidentifikasi aku. Namun dalam hati membenarkan kata-kata dosen itu.
Tetap berusaha yakin atas pilihan ku dengan akuntansi.

Keadaan menjadi lainnya saat aku mulai membereskan semua kertas-kertas yang berhubungan dengan semester satu dan dua. Aku menemukan daftar mata kuliah yang harus aku ambil semester tiga.

- manajemen keuangan 1
- Akutansi keuangan menengah 1
- akuntansi biaya
- sistem informasi manajemen
- statistika 2

Dan mata kuliah pun semakin suram.

tak ada mata kuliah satu pun yang aku gemari. Habislah aku di semester tiga ini. Sudah terlambat untuk pindah jurusan. Jurusan pilihan ku tidak ada di batam. Dan aku telah melewati masa satu tahun di akuntasi dengan segala problemnya.

Keputusan untuk kembali mengambil akuntansi didasarkan ngekor sahabatku. Awalnya aku berpikir bahwa aku bisa menjalani semua dengan baik-baik saja layaknya SMK, lagi" dugaan ku salah. Tingkat akuntansi yang baku pelajari di kampus tak semudah waktu dulu aku di smk. Itu pun aku telah mumet setengah mati saat harus menyelesaikan PAPER untuk syarat kelulusan jaman SMK.


Semua telah terjadi, aku pun bingung apa yang harus aku katakan pada orang tua jika minta pindah jurusan dan kampus. Aku hanya bisa pasrah dan menikmati semua yang ada. Resiko pilihan. Aku tak mungkin menumpahkan kesalahan & kebodohan ku pada orang lainya.

mungkin semua sudah jalan-NYA. selalu ada rencana indah dibalik semua ini. Cerita akan berbeda jika aku tidak masuk poltek, tidak gabung di salah satu UKM, tidak menjadi panitia sebuah acara, tidak kenal dengan teater. Aku yakin, aku pasti berbeda dengan Desy Oktafia yang sekarang. Bermacam-macam jalan yang IA berikan untuk kita. Tinggal kita saja, bagaimana akan menyikapi jalan itu

" Bahkan yang tidak kita senangi pun bisa bermanfaat buat kita"

[ terimakasih buat kakak ku yang telah mengenalkan kalimat ini. Tameng buat menguatkan diri saat merasa salah langkah]

Akhirnya.
Sebuah fakta yang sulit dielak bahwa duniaku memang bukan di akuntansi.

-Tegar sebagai wanita dewasa yang mandiri-

Huft..


18 July 2009

Liburan

Haa.

akhirnya liburan panjang tiba.
Dulu, aku menanti dengan sangat amat momen ini. Tapi sekarang menjadi kurang bermakna. Aku merasakan aktivitas setiap hari selama liburan ini. Aku biasa menyebutnya "Tugas negara" atau " Menjaga Kampus". Agak aneh memang. Disaat semua orang menyusun berjuta agenda untuk mengisi liburan aku masih berkutat di lingkungan yang sama. Tanpa agenda liburan.

Undangan untuk mengikuti liburan teman udah sering aku terima, ajakan untuk pergi ke beberapa tempat sempet mampir walo ending nya aku tolak. Rasanya ada hal yang lebih penting untuk diselesaikan dari pada sekedar liburan walopun aku menginginkannya.

Aku punya agenda besar yang telah tersusun rapi dari sekedar agenda liburan. Liburan kali ini akan aku habiskan dengan menyelesaikan beberapa kegiatan yang akan dilakukan selama bulan ramadhan yang kian dekat menjelang. Pastinya aku bakal mabok proposal. Kebetulan [ tidak ada yang kebetulan sebenarnya] kegiatan dibulan ramadhan aku yang menjadi PJ nya.

selainnya kegiatan organisasi, aku punya agenda yang tidak kalah dahsyat !. Sudah tersusun secara rapi jadwal yang akan aku lalui beberapa bulan kedepan. Salah satunya LAUNCHING tabloid GADGET dari new Paradigma.

new Paradigma akan meluncurkan tabloid Gadget khusus batam [NANTIKAN !]. Mungkin aku akan fokuskan pada persiapan peluncuran tabloid itu. Yah, walo dengan orang yang minim, tapi aku yakin tenaga dan otak kami melebihi kapasitas 1000 orang [ bombastis mamat !]. Sampai saat ini marketing yang kami cari untuk mendampingi aku dalam bertugas belum ditemukan [berminat ??].

aku yakin dengan ungkapan "Success comes from having dreams that are bigger than your fears" *Terry Litwiller*

Harapan ku besar bersama new Paradigma

###

Akhir-akhir ini aku sering memperhatikan FB teman ku. agak ganjil membaca status yang Ia tuliskan. Dari status yang aku baca tergambar bahwa Ia sedang patah hati.

Hmm..

mau berkomentar, takud dinilai sok tahu. Mau diam saja, tapi hati ingin memperdulikannya. Satu yang aku amati dengan jelas. Setegar, seceria, sebahagia apapun orang yang berada disamping kita. Belum tentu kondisi hatinya sesuai dengan mimik muka yang ditunjukan.

Patah hati.

Syukur aku bukan orang yang cepat terserang patah hati. Aku tak ingin meribetkan diri dengan patah hati. Tapi klo masalah yang lain seperti keluarga. Hadoh. Aku nyerah ! berbulan-bulan, sampe setahun pun aku belum bisa memperbaiki kondisi hati.

Bagiku, permasalahan patah hati adalah sesuatu hal yang tak perlu berlarut-larut. Toh, seberapa berat nya patah hati kadang sulit dihindari. Udah terjadi, mau gimana lagi. Ya,paling berharap tak mengalami hal ini untuk yang kesekian kali. Mungkin agak badmood beberapa jam, selebihnya Enjoy aja !


Mendapati fakta yang bikin patah hati emang menjengkelkan. Tapi untuk menyikapinya aku tidak mau berdiam diri dan membiarkan perasaan sedih menguasai hati. Yah. nikmati rasa sakit selama patah hati. Walo seberat apapun itu.

lagi-lagi ini hanya teori. Prakteknya kembali ke individu masing-masing. bagaimana mengelola patah hati menjadi energi yang tak menguras kesehatan. Karena, aku pribadi jika memikirkan sesuatu yang bikin sesak dada. Pasti badan akan memberikan reaksi kepala sakit, badan panas-dingin, dan males malakukan kegiatan apapun.

akhirnya.

Apapun yang terjadi dalam dunia per-patahhati-an jika memang jodoh, pasti bersama. Masalah patah hati, jealous, dll itu seni dalam dunia merah jambu. Aku lebih memilih menikmati dan segera bangkit jika tertimpa patah hati.

Semangat buat mu kawand !





14 July 2009

KING, Today Inspiration



"Percuma jadi juara klo jadi beban buat orang lain" itulah kira-kira perkataan yang diucapkan oleh Guntur dalam Film KING karya sutradara Ari sihasale kepada ayahnya saat memenangkan piala Kelurahan .
Film yang berkisah semangat menggelora seorang anak untuk menjadi pemain bulu tangkis yang hebat demi ayah dan orang-orang yang Ia sayangi. Kisah Liem Swie King idola sang ayah, mampu membangkitkan semangat Guntur untuk meraih mimpinya menjadi pemaen Bulu tangkis yang hebat. KIsah yang selalu di ceritakan oleh ayahnya. Dan setiap impian selalu butuh perjuangan yang besar untuk menwujudkannya. Dibantu oleh sahabat tercinta RADEN, yang selalu hadir dengan ide-ide cemerlang walau jarang yang berhasil membuat hidup Guntur penuh dengan pertualangan jahil.


Dibumbui dengan tingkah khas anak-anak yang penuh dengan keceriaan dan tingkah lucu, persahabatan yang tulus, dan tantangan keadaan yang serba kurang untuk mewujudkan impian. Guntur sukses menuju Juara Asia. Impian yang dirakit dalam keadaan yang serba kekurangan. Dan perjuangan terberat bukan saat hendak meraih mimpi, namun mengalahkan diri sendiri dari segala emosi dan ego yang dimiliki Guntur. Didikan yang keras dari Ayahnya membuat jiwa Guntur penuh dengn konflik pribadi. Hubungan yang kaku dengan ayahnya membuat perhatian Guntur kurang terhadap ayahnya, padahal ayahnyalah yang selama ini membantu semua perjuangan mendapatkan Raket saat akan bertanding didesanya. Sebuah perjuangan tulus seorang ayah demi mewujudkan mimpi anaknya. Perjuangan yang tidak pernah diketahui langsung oleh Guntur.

Dan persahabatan antara Guntur, Raden, dan Michelle pun unik. Pengorbanan-pengorbanan Raden untuk membantu Guntur mewujudkan mimpinya dilakukan dengan perbuatan lucu dengan cara mencuri setiap benda yang dibutuhkan Guntur, tak jaranga malah menimbulkan masalah baru bagi Guntur. Dan Bersahabat dengan si cantik Michelle yang rela ikutan ngamen dipinggir jalan.

Musuh Terbesar adalah diri sendiri
Itulah yang dialami oleh Guntur. Ia menjadi pribadi yang pemarah akibat didikan keras ayahnya yang selalu menuntutnya untuk menang. Dia menjadi sangat emosi dan mudah ngambek saat mulai putus asa. Kadang tak jarang Ia menyakiti hati orang-orang terdekatnya karena sifat buruknya. Mengalahkan semua energi negatif memang sulit. Bahkan kita sering merasa paling benar dan tak ingin diatur karena merasa besar dan benar. Merasa bahwa kita bisa tanpa bantuan pihak manapun. Keadaan yang serba sulit dan tekanan yang berat acapkali membuat kita lupa pada orang-orang disekitar kita yang mempunyai perhatian besar terhadap kita.


Sulitnya menangkap sinyal Sayang dari orang terkasih

Mengungkapkan perasaan sayang yang kita miliki itu bukanlah hal yang mudah. Ada banyak kendala dalam menterjemahkan rasa sayang menjadi kata-kata dan perhatian secara terbuka. Ketakutan akan disalahgunakan rasa sayang yang ditunjukan membuat sebagian orang menyembunyikan rasa sayang yang ia miliki dengan alasan takut orang yang kita sayangi tersebut menjadi manja dan lupa diri. Padahal, mengungkapkan rasa sayang secara terbuka dan mengucapkannya melalui kata-kata sangat diperlukan. Karena tidak setiap orang paham dan tahu perasaan yang kita miliki apalagi jika sengaja di sembunyikan. Memang, mengungkapkan rasa sayang itu perlu perjuangan khusus, disana ada ego dan gengsi yang bermain. Itulah yang dialami ayahnya Guntur. Yang mendidik dengan keras anaknya dan menyembunyikan rasa sayang dan perhatian terhadap Guntur membuat Guntur semakin jauh kepada ayahnya dan menganggap ayahnya tidak sayang. Dan pada akhirnya, Guntur dan ayahnya menyadari bahwa apapun yang terjadi didunia ini, mereka adalah ayah-anak yang saling menyayangi.

Sahabat, Teman dalam Sepi
Persahabatan adalah sebuah ikatan yang kuat antar manusia. Ia mampu merubah duka menjadi senyum, merubah tangis menjadi tawa. Sahabat, tempat bergantung dikala rapuh dan tempat berbagi dikala lebih. Pengorbanan sahabat yang dilakukan secara tulus sering kali dianggap sebelah mata. Dan kita merasa tak butuh sahabat dan sendiri menjadi pilihan saat sepi. Jika ingin membuka sedikit mata dan berpikir dengan nurani, siapa yang mengulurkan tangan pertama kali saat kita jatuh? Siapa yang siap mendengarkan semua keluh kesah disaat kita mulai jenuh? siapa yang menguatkan disaat kita rapuh ? siapa yang mengingatkan disaat kita alpa? jawabannya pasti Sahabat. Namun sayang, sahabat yang kita miliki sering tidak kita jaga dengan baik. Sering kita acuhkan dengan dalih sahabat akan mengerti. Kita lupa, bahwa sahabatpun manusia biasa yang punya hati dan rasa. Sahabat bisa tersinggung, marah dan tersakiti akibat ulah kita. Sahabat menjadi sangat berharga ketika ia pergi menjauh. Raden, mengajarkan kita nikmatnya menjadi seorang sahabat sejati.

Menjadi Singel Parent, Sulit !
membesarkan anak seorang diri tanpa pasangan itu bukan pekerjaan ringan. Dibutuhkan ketelatenan yang luar biasa dan kesabaran dalam menjalani hidup. Tak ada teman untuk diskusi, tak ada teman untuk mengatasi kebandelan anak, tak ada teman untuk berbagi cerita tentang prestasi anak. Belum lagi perasaan sedih, saat anak menanyakan sang pasangan hidup. Dan sedih melihat anak tumbuh tanpa mendapat kasih sayang lengkap dari kedua orang tua. Dan tentu saja, kadang sulit menjelaskan kondisi yang dialami kepada anak tanpa orang tua yang lengkap. Pemahaman yang kurang, komunikasi yang minim dan pengertian antar orang tua-anak yang tidak terjalin dengan baik sering menimbulkan masalah baru. Betapa menjadi orang tua tunggal itu sulit. Dan hidup dan berkembang tanpa orang tua yang lengkap bukanlah hal yang menyenangkan bagi sang anak. Ia harus cukup hanya dengan satu orang tua. Orang tua yang merangkap pekerjaan berlipat menjadi ayah sekaligus menjadi ibu. Pemahaman yang tinggi, dituntut disini.


Tidak ada yang Tidak mungkin
Sebesar apapun mimpi yang kita miliki, pasti akan terwujud. Kuncinya hanya satu YAKIN. Jika hati kita telah yakin dan mantap dengan mimpi yag kita miliki, maka langkah selanjutnya adalah BERTINDAK [action]. Keyakinan yang besar membuat kita berani melangkah dan terus bangun saat jatuh dan hambatan menghalangi. Tidak ada yang tidak mungkin, semua hal bisa kita wujudkan. Cibiran, sindiran, dan dianggap terlalu muluk dengan mimpi yang kita miliki bukanlah halangan yang mematikan langkah kita untuk mewujudkan mimpi. Itu akan menjadi acuan yang justru semakin membakar semangat. Mimpi, tinggi namun pasti dapat direngkuh.

Indonesia, Paru-paru dunia
Tak salah dengan istilah ini, lokasi syuting yang terletak disalah satu daerah indonesia mampu membuat kita berdecak kagum dan semakin mencintai indonesia. Film King ini mengambil lokasi syuting di daerah Bondowoso, Banyuwangi, dan Kudus. Dan kawah Ijen menyajikan pemandangan yang dahsyat. Nuansa alam yang natural dan fresh, hewan-hewan yang bebas berkeliaran, pemandangan hijau nan indah, dan penduduk yang saling mengenal antar tetangga. Aku Cinta Indonesia. Rasa ini wajib terus ditanamkan dihati para generasi bangsa agar cinta dan mulai mengenali daerah tanah air sendiri. Dan menjadikan wilayah indonesia menjadi alternatif pilihan disaat liburan. Bukan luar negeri yang tak kita kenal.

aih...
disisi lain aku merasa sedih dan ironis dengan kondisi tempat tinggalku sekarang. Hutan hijau mulai gundul dan ditebangi. Developer berlomba-lomba membangun gedung tinggi dan menyingkirkan tanaman hijau. Tetangga yang tak saling mengenal, dan menemukan orang-orang yang peduli dengan sesama mulai kesulitan. Pagar yang tinggi menjadi pemisah antar warga.
Hmm...
aku merindukan kampung halamanku, Magelang. Dengan pemandangan sawah yang masih membentang, masakan khas tradisional yang nimkmat, udara yang bersih dan segar, pemandangan gunung yang bisa dinikmati dari jauh. Udara dingin yang alami, dan teman sepermainan yang sedesa yang saling mengenal.

Batam oh Batam